Harap yang Salah
Maka, mengutamakan ridho Allah dalam segala hal penting dilakukan. Agar ketika apa yang kita harapkan dari manusia itu tidak kita dapati atau sirna diterpa ego, masih kita dapati ridha Allah yang Maha Kekal.
Tapi, sungguh manusia itu unik. Allah sang Maha Sempurna, menciptakan manusia dengan sifat lupa. Iya, kadang dalam kesehariannya tak selalu ia lakukan berbagai hal atas dasar hati yang mencari ridha illahi. Maksudku, manusia sering lupa menyertakan Allah dalam aktivitasnya. Maka, ketika yang dihadapinya adalah manusia yang sama-sama pelupa, yang ia dapati adalah kecewa.
Lantas kalau sudah begitu, barulah kita sadar, bahwa menyertakan Allah dalam segala hal adalah mutlak, wajib dan paripurna.
Memang begitu, tak apa. Kesalahan hadir untuk mengingatkan kita betapa rasa taat itu teramat nikmat.
Kemudian kita termenung. Dalam ruang hampa yang mengaga lebar, seolah kita disadarkan ; bahwa amal paripurna itu perlu dihiasi rasa sabar.
Sabar terhadap diri yang banyak memaklumi kesalahannya sendiri, dan sabar terhadap manusia lainnya yang memang Allah sifati dengan watak pelupa.
yuk, sekejap menepi lalu kita amati, mencari mana yang harus diperbaiki dan mana yang harus dikuatkan. Karena sungguh, kebahagiaan akhirat hanyalah milik orang yang beriman.
"Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik."
Komentar